Kalau biasanya danau cuma punya satu warna yang itu-itu saja, beda cerita dengan Danau Kelimutu di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Tempat ini punya tiga danau kawah yang warna airnya bisa berubah dari waktu ke waktu. Jadi kalau ada foto Kelimutu yang satu kali terlihat hijau, lalu di waktu lain tampak biru, merah kecokelatan, bahkan hitam, itu bukan hasil editan atau filter kamera. Fenomena tersebut memang benar-benar terjadi dan berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu.
Beberapa hal unik tentang perubahan warna Danau Kelimutu:
- Tiga danau, tiga karakter berbeda. Kelimutu terdiri dari Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo. Ketiganya punya kondisi kimia dan aktivitas hidrotermal yang berbeda, sehingga warna airnya juga tidak selalu sama.
- Oksigen punya peran besar. Perubahan warna bukan sekadar gara-gara mineral. Tingkat oksigen di dalam air ikut menentukan tampilan warna. Air dengan kadar oksigen lebih rendah cenderung terlihat hijau atau kebiruan, sementara kondisi lebih kaya oksigen dapat membuatnya tampak merah hingga hitam.
- Ada “dapur” vulkanik di bawahnya. Gas dan cairan panas dari aktivitas vulkanik dapat naik melalui saluran bawah danau. Proses ini menciptakan arus naik atau upwelling yang membawa air kaya mineral dari bagian bawah menuju permukaan.
- Warnanya tidak punya jadwal tetap. Perubahan bisa terjadi secara tidak teratur karena kondisi kimia dan aktivitas vulkanik terus bergerak. Bahkan, satu danau bisa berubah warna ketika danau lainnya tidak mengalami perubahan yang sama.
- Perubahan warna bisa menjadi petunjuk aktivitas gunung. Karena berkaitan dengan sistem vulkanik, perubahan warna dan suhu air ikut diperhatikan dalam pemantauan aktivitas Gunung Kelimutu. Pada 2026, misalnya, perubahan warna di salah satu kawah tercatat bersamaan dengan peningkatan suhu air.
Yang bikin makin menarik, warna Danau Kelimutu bukan cuma soal “air bercampur mineral lalu berubah warna”. Sistem di bawah setiap danau ternyata cukup kompleks. Penelitian geokimia menunjukkan ketiga danau memiliki kondisi kimia dan sistem hidrotermal yang berbeda. Gas vulkanik yang berasal dari sumber serupa dapat menghasilkan karakter kimia berbeda setelah masuk ke masing-masing danau. Karena itu, perubahan warna bisa terjadi secara independen. Dalam kondisi tertentu, material dari dasar danau juga dapat terdorong ke permukaan sehingga ikut memengaruhi penampakan air. Yang lebih mind-blowing, perubahan ini pernah diamati berkali-kali. NASA bahkan mencatat bahwa ketiga danau Kelimutu dapat menampilkan warna mulai dari putih, hijau, biru, cokelat, hingga hitam. Jadi, kalau suatu hari melihat warna Kelimutu yang berbeda dari foto-foto sebelumnya, jangan buru-buru nuduh fotografernya pakai filter.
Singkatnya, Danau Kelimutu memang punya “mood” sendiri. Warna yang berubah-ubah tersebut merupakan hasil interaksi aktivitas vulkanik, gas, mineral, oksigen, suhu, dan kondisi kimia air. Alam Indonesia ternyata bisa bikin efek visual yang kelihatannya seperti CGI, padahal terjadi secara alami di depan mata.