Pernah kebayang lagi santai di pinggir danau, eh airnya tiba-tiba bergoyang besar seperti laut? Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal mistis atau danau yang mendadak “berubah mode”. Salah satu penjelasan ilmiahnya adalah seiche, yaitu gerakan naik-turun atau bolak-balik massa air di danau akibat gangguan seperti angin kencang dan perubahan tekanan udara. Fenomena ini bisa terjadi di perairan yang tertutup atau semi-tertutup, sehingga danau pun bisa mengalami gelombang yang kelihatan dramatis.
Beberapa hal unik di balik danau yang bisa bergelombang seperti laut:
1. Danau bisa “sloshing” seperti air di baskom
Bayangkan kamu mengisi baskom sampai penuh lalu menggoyangkannya. Air akan bergerak ke satu sisi, kemudian memantul kembali ke sisi lainnya. Prinsip yang mirip bisa terjadi pada danau. Angin kencang dapat mendorong permukaan air ke satu sisi, kemudian ketika dorongan angin melemah atau berubah arah, air kembali bergerak dan menghasilkan osilasi. Inilah yang disebut seiche.
2. Bentuk dan kedalaman danau ikut menentukan
Seiche bukan cuma soal seberapa kencang anginnya. Ukuran, bentuk, panjang, serta kedalaman rata-rata danau ikut menentukan periode gerakan air. Danau yang panjang dan relatif sempit, misalnya, dapat memiliki pola osilasi tertentu karena air membutuhkan waktu untuk bergerak dari satu ujung ke ujung lainnya.
3. Angin bukan satu-satunya pemain
Perubahan tekanan atmosfer yang berlangsung cepat juga dapat mengganggu permukaan danau. Ketika sistem cuaca bergerak melintasi suatu wilayah, tekanan udara dan angin dapat berubah secara cepat sehingga permukaan air ikut merespons. Pada kondisi tertentu, efek tersebut dapat memicu gerakan air yang cukup mencolok.
4. Kelihatannya seperti tsunami, tetapi belum tentu tsunami
Ini bagian yang sering bikin salah paham. Gelombang besar di danau tidak otomatis berarti tsunami. Tsunami umumnya berkaitan dengan gangguan besar dan tiba-tiba pada badan air, seperti gempa, longsoran, atau aktivitas vulkanik tertentu. Sementara seiche lebih berkaitan dengan osilasi air dalam cekungan akibat gangguan seperti angin atau perubahan tekanan udara. BMKG juga menjelaskan bahwa tsunami merupakan gelombang laut yang dipicu gangguan impulsif pada laut.
Yang menarik, fenomena semacam ini sebenarnya menunjukkan bahwa danau yang kelihatannya tenang punya dinamika yang cukup kompleks. Bahkan pada danau-danau besar di dunia, seiche dapat membuat permukaan air di satu sisi naik sementara sisi lainnya justru turun. NOAA mencatat bahwa pada Great Lakes, misalnya, perubahan akibat angin dan tekanan atmosfer bisa jauh lebih besar dibandingkan perubahan muka air akibat pasang surut astronomis. Dalam kondisi tertentu, periode antara posisi air tinggi dan rendah bisa berlangsung berjam-jam. Jadi kalau suatu hari melihat danau di Indonesia bergelombang seperti laut, jangan buru-buru menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh. Bisa jadi alam sedang menunjukkan “fisika versi outdoor” yang selama ini jarang kita perhatikan.
Intinya, danau memang bisa terlihat seperti punya ombak laut. Angin, tekanan udara, bentuk cekungan, kedalaman, hingga kondisi cuaca dapat bekerja sama menciptakan gerakan air yang cukup spektakuler. Alam ternyata nggak perlu laut luas untuk bikin air kelihatan dramatis.